Jenis-jenis Kayu untuk Furnitur

Posted at December 2nd, 2008 by admin

SEMAHAL apapun harganya, furnitur kayu masih tetap menjadi primadona. Material alami ini dapat memberikan kesan natural. Terlebih jika desainnya menarik, tentu furnitur semakin menarik.

Memang banyak orang yang begitu menggemari furnitur kayu. Namun, tak banyak yang tahu jenis-jenis kayu yang digunakan sebagai material utamanya.

1. Kayu Solid

Kayu utuh yang tidak dibentuk dari sambungan atau gabungan, itulah yang disebut dengan kayu solid. Ada juga sebagian orang yang menyebutnya dengan kayu Jepara. Harga kayu solid cenderung mahal. Yang termasuk kayu solid antara lain, kayu jati, sungkai, nyatoh, dan jati belanda.

2. Kayu Lapis (plywood)

Kita juga mengenal kayu lapis dengan sebutan tripleks atau multipleks. Sesuai dengan namanya, kayu lapis terbentuk dari beberapa lapis lembaran kayu. Lembaran-lembaran tersebut direkatkan dengan tekanan tinggi dan menggunakan perekat khusus. Kayu lapis yang terdiri dari tiga lembar kayu disebut tripleks. Sedangkan yang terdiri dari lebih dari tiga lembar kayu, disebut multipleks.

Ketebalan kayu lapis bervariasi, mulai dari 3mm, 4mm, 9mm, dan 18mm. Sedangkan ukuran penampangnya adalah 120cmx240cm. Kayu lapis bisa digunakan sebagai material untuk kitchen set, tempat tidur, lemari, atau meja.

3. Kayu partikel (particle board)

Jenis kayu olahan yang satu ini terbuat dari serbuk kayu kasar yang dicampur dengan bahan kimia khusus. Campuran tersebut kemudian disatukan dengan lem dan dikeringkan dengan suhu tinggi.

Kayu partikel banyak digunakan sebagai material untuk berbagai furnitur. Namun, kayu partikel tergolong jenis kayu yang tidak tahan lama. Dalam kurun waktu tertentu, kayu partikel bisa berubah bentuk, terutama jika terkena air dan menahan beban terlalu berat.

4. MDF (Medium Density Fiberboard)

MDF adalah kayu yang terbuat dari campuran bubur kayu dengan bahan kimia tertentu. Cara pembuatannya mirip dengan kayu partikel. Kayu MDF merupakan material kayu olahan yang tidak tahan terhadap air dan kelembapan. Untuk daerah-daerah yang memiliki kelembapan tinggi, sebaiknya tidak menggunakan kayu MDF.

Kayu MDF memiliki berbagai jenis finishing yang bisa Anda pilih. Anda bisa melapisinya dengan irisan kayu tipis (veneer), atau pelapis kertas. Berbagai jenis finishing untuk kayu MDF juga tersedia dalam berbagai warna dan tekstur. Tersedia motif tekstur kayu alami, atau tekstur lainnya sesuai selera.

5. Blockboard

Jenis kayu olahan lainnya adalah blockboard. Balok-balok kayu berukuran 4cm-5cm dipadatkan menggunakan mesin. Setelah itu diberi pelapis, sehingga hasil akhirnya berupa lembaran seperti papan kayu. Blockboard memiliki dua pilihan ketebalan, 15mm dan 18mm. Harganya cenderung lebih murah dibandingkan kayu solid.

Penulis: Anissa

Sumber: Kompas

Most Important Property Tips for 2009

Posted at November 24th, 2008 by admin

“The 14 Most Important Things You Need to Know About Successful Property Investing in 2009”
[As printed in the Article for Your Property Network Magazine]

Continued…

11) Don’t think you can time the absolute bottom of the market because you will likely miss it, demand will increase and you will be paying 10% more immediately

12) Use a variety of mortgage brokers as lending will be tight for a while yet – you only have a small window for some products

13) Don’t expect growth for 24-36 months at the earliest and base your strategy around cashflow

14) Don’t let apparent lack of finance be an excuse: find the deal of the century [every week] and you will find a way [see our section on private finance]

Bonus 15) Enjoy the ride and keep a diary, you will want to tell your kids about 2009 and how crazy it was for buying Property!

And here are the first 10 just to remind you

1) Yield is king, nothing has changed [though most forgot in 2007]

2) Asking prices more irrelevant than ever, decide what you think property is worth based on rental

3) Focus on sourcing through estate agents: they are more motivated than ever and will bring you some of the best deals

4) Expect bank of England base rate to drop further, maybe to around 1- 2%. But remember they will be back to 5%+ in the future – so buy on this basis

5) Fix as many mortgages as you can for 5-10 years plus once LIBOR has relaxed

6) Mortgage deals will get vastly better as 2009 progresses

7) Focus on finding your areas within your area and don’t get lured out of your patch

8 ) Ignore the negative press it will probably be the best year in 20 years to buy

9) Try and pick tenants who work in industries unlikely to be making redundancies

10) Take DSS [Now LHA], it is great as the council will always pay [and sometimes over market rent]

Source: progressiveproperty.co.uk/2008/11/13/tips/

Paduan Klasik Modern di Ruang Keluarga

Posted at November 24th, 2008 by admin


Dari penampilannya, ruang ini menerapkan gaya penataan klasik dan modern.


RUANG keluarga ini didominasi elemen berwarna tanah, mulai dari warna cokelat tanah, hingga cokelat muda (krem). Dari penampilannya, ruang ini menerapkan gaya penataan klasik dan modern.

Selain warna, ada  beragam ciri yang membuat ruang keluarga bersuasana klasik dan modern. Misalnya, profil pada furnitur. Pada salah satu single chair, ada profil menghias sandaran tangan. Kombinasi warnanya,  cokelat dan emas. Keberadaan profil dan paduan elemen warna cokelat dan emas itu menjadi penanda aplikasi elemen klasik.

Unsur hitam menjadi penanda bahwa ruang ini ingin menghadirkan nuansa modern. Aplikasi warna hitam ini terlihat pada meja berbahan kayu. Ada juga beberapa aksesoris berwarna hitam lain yang ditempatkan di sana. Misalnya, bantal beludru bermotif bunga mawar dan meja panjang di bawah televisi.

Penulis : Whery
Foto : Rai
Lokasi : Show Unit Premier Mansion Pluit, Jakarta Utara
Interior : Design Forum

Sumber: Kompas

Ruang Tamu Cerah Ceria

Posted at November 24th, 2008 by admin


Ruang tamu ditata lapang. Tidak ada furnitur berukuran besar. Dua lukisan menjadi aksen nan cantik. Ruang tamu simple pun tampil manis.

WARNA-warna alam membuat ruang tamu bersuasana alami dan nyaman. Penataannya memperhatikan ukuran ruang. Sengaja tidak ditempatkan furnitur-furnitur berukuran besar, sehingga meski ukuran ruang tidak luas, namun tetap terasa lapang.

Di ruang tamu, ada sebuah single sofa dan dua buah poeff. Ada juga  sebuah coffee table berwarna gelap. Agar semakin cantik ditempatkan pula beberapa aksesori. Sama halnya seperti furnitur, aksesori yang dipilih, berkesan ringan dan praktis.

Di salah satu sudut ruangan ditempatkan sebuah lampu. Desainnya sederhana dan unik, seperti sebuah batang meliuk yang ditempeli beberapa bola lampu. Tanaman artifisial dalam pot ditempatkan untuk “menghidupkan” ruangan. Dan agar dinding tidak kosong, digantungkan dua buah lukisan berwarna cerah sebagai aksen.

Penulis: Dewi/Anissa
Foto: Richard
Lokasi: Rumah Ancellina, Perumahan Batujajar, Depok

Sumber: Kompas

Ruang Makan dengan Kursi ala Warung Nasi

Posted at November 24th, 2008 by admin


Makan di ruang makan ini serasa makan di warung nasi. Desain furniturnya sederhana. Kursi makan dibuat panjang tanpa sandaran. Sederhana namun unik.

PERNAHKAH terpikir oleh Anda membawa suasana warung nasi ke dalam rumah? Inspirasi ini diwujudkan pada ruang makan ini. Tampilannya sederhana, namun cukup unik.

Suasana yang hadir di ruang makan ini sama sekali tidak formal. Persis seperti di warung nasi. Meja dan kursi makan terbuat dari kayu solid. Guratan-guratan kayunya membuat furnitur tampil alami. Furnitur menggunakan finishing wax (semir kayu).

Desain meja sangat sederhana. Terdiri dari sebuah papan berukuran 180cmx90cm, sebagai table top. Disangga dua buah papan setinggi 75cm. Sedangkan kursinya dibuat memanjang tanpa sandaran. Makan di ruang makan ini, Anda bisa sambil mengangkat kaki.

Masih ada yang menarik. Lihat lantainya. Lantai ruang makan yang bersatu dengan pantry ini tidak menggunakan keramik. Melainkan menggunakan semen yang diaci halus. Semen yang digunakan adalah semen khusus untuk lantai.

Tampilan ruangan serba kayu membawa “keakraban”. Anda bisa makan bersama teman-teman Anda di sini. Suasana hangat dan tidak formal tentu membuat Anda dan teman-teman Anda semakin nyaman. Seperti di warung nasi, Anda bisa makan sambil berbincang-bincang.

Penulis: Anissa
Foto: Adrian Mulja
Lokasi: Rumah Era dan Joko, Cipete, Jakarta Selatan

Bergradasi Cokelat Ruang Tamu Jadi Hangat

Posted at November 24th, 2008 by admin
Warna cokelat yang identik dengan alam bersifat netral. Mengaplikasikannya pada ruangan dapat menciptakan “kehangatan”.

Senin, 24 November 2008 | 09:02 WIB

RUANG tamu berada di area seluas 7,5 m², siap menyambut tamu dengan hangat. Warna cokelat dipilih sebagai warna dasar. Penataannya dibuat bergradasi. Mulai dari cokelat tua, cokelat muda, hingga putih.

Penataan ruang dan desain furniturnya bergaya modern. Terdiri dari sebuah sofa tiga dudukan. Sebuah meja ber-finishing bahan semi kulit, diletakkan di tengah ruangan. Sebagai aksen digantungkan sebuah cermin bulat berbingkai kayu. Dipercantik juga dengan sebuah credenza dan berbagai aksesoris lainnya. Semua furnitur berada dalam satu tema warna, cokelat.

Pengaplikasian warna cokelat di ruang tamu, memberikan nuansa keakraban, sehingga tamu-tamu yang datang merasakan sambutan hangat pemilik rumah. Jadi, tidak perlu bermain banyak warna. Bermain dengan gradasi warna cokelat pun bisa menghindarkan ruangan dari kesan monoton.

Penulis: Indra/Anissa
Foto: Richard
Lokasi: Rumah Wayan Gigin Samudra, Bintaro, Jakarta Selatan.

Ruang Keluarga Modern dan Maskulin

Posted at November 24th, 2008 by admin
Ruang Keluarga Modern dan Maskulin
Ruang keluarga bergaya modern. Tidak banyak permainan warna dan motif. Desain furnitur simpel dan praktis.

Kamis, 20 November 2008 | 10:37 WIB

RUANG keluarga dilengkapi dengan sofa L enam dudukan. Warnanya cokelat tua. Dipilih untuk memunculkan kesan hangat dan nyaman. Warna sofa ini dibuat senada dengan warna coffe table.

Biasanya gaya maskulin, tidak menggunakan banyak bantal pada sofa. Namun, agar ruangan tidak berkesan monoton, ditambahkanlah bantal pada sofa. Permainan berbagai motif, seperti motif garis dan sisik ikan, tampil pada penataan bantal. Pilihan warna dan motif bantal juga dibuat selaras dengan warna furnitur.

Pada sudut ini, warna ruangan dibuat bergradasi dari warna terang ke gelap. Putih pada dinding, cokelat pada furnitur, dan hitam pada beberapa bantal. Setiap benda yang ada dalam ruangan, mewakili warna-warna dalam deretan gradasi. Sehingga tampilannya tetap rapi, walaupun ada beberapa motif yang sengaja “ditabrakkan”.

Sebagai aksen ruangan, ada beberapa lukisan kain. Lukisan tersebut sebenarnya terbuat dari kain-kain bahan upholstery (penutup sofa). Ide kreatif ini bisa menjadi alternatif. Terutama jika Anda kesulitan mendapatkan hiasan dinding yang pas dengan ruangan. Lukisan kain ini juga bisa disesuaikan dengan warna dan motif furnitur.

Penulis: Anissa
Foto: Rai
Lokasi dan properti: Savana Furniture, Kemang Raya, Jakarta Selatan

Sumber: Kompas

Penjualan Apartemen Kemang Village Capai 90 Persen

Posted at November 20th, 2008 by admin

JAKARTA, KAMIS - Orang Indonesia mulai terbiasa tinggal di apartemen. Penjualan tiga tower dari tujuh tower apartemen di Kemang Village, Jakarta Selatan, sudah mencapai 90 persen. Kemudahan bank memberikan cicilan juga membantu pembelian apartemen karena cicilannya sampai 15-20 tahun.

Demikian diungkapkan Direktur Kemang Village Djoko Hardjono dan Jessica Quantero, serta General Manager Consumer Loan PT Bank Central Asia Tbk Gregorius Hariyanto di Jakarta, Kamis (17/7). “Bank sangat membantu larisnya pembelian apartemen karena Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) kini sama dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR),” kata Jessica.

Sebanyak 50 persen pembeli apartemen di Kemang Village adalah pembeli tunai dan 50 persen lainnya pembeli secara kredit. “Kami mengakomodir orang yang mau tinggal di Jakarta Selatan karena kawasan ini merupakan superblok dengan fasilitas yang sangat lengkap,” kata Jessica dan dibenarkan G Hariyanto.

Kemang Village sudah bekerja sama dengan 10 bank sumber pembiayaan. Kemang Village merupakan proyek properti seluas 12 hektar di bawah Grup Lippo, merupakan city within the city yang dibangun dengan infrastruktur dan fasilitas kelas dunia.

Kemang Village akan membangun tujuh tower dengan kapasitas sekitar 1.800 unit. Pada tahap pertama dikembangkan tiga tower apartemen dengan nama The Ritz, Cosmopolitan, dan Empire, dengan total 728 unit. Tower terbaru, The Tiffany, sebagai bagian pembangunan tahap kedua telah diluncurkan Juni lalu.

Menurut Jessica, Kemang Village akan menjadi salah satu ikon di Kemang dan Jakarta Selatan yang mengakomodasi sekitar 10.000 orang. Selain apartemen, di area Kemang Village akan dibangun pusat perbelanjaan mewah seluas 130.000 meter persegi dengan kapasitas 300 gerai lifestyle menengah atas yang dlengkapi berbagai fasilitas, antara lain klub fitnes, bioskop, kafe dan restoran, dan Timezone.

Di Kemang Village akan dibangun Hotel Aryaduta Regency, hotel bintang lima berkapasitas 325 kamar, Sekolah Internasional Pelita Harapan berkapasitas 1.000 siswa, dan Rumah Sakit Internasional Siloam Kemang berkapasitas 250 tempat tidur. “Kemang Village menyediakan Exotic Spa & Country Club bernama The Aviant French Wellness Spa seluas 13.000 meter persegi,” kata Jessica.

Menurut Hariyanto, sebagian pembeli apartemen di Kemang Village untuk investasi, sebagian lagi untuk ditinggali. (KSP)
R Adhi Kusumaputra

Sumber: Kompas

Apartemen Lebih Lega Tanpa Penyekat

Posted at November 20th, 2008 by admin
Apartemen Lebih Lega Tanpa Penyekat
Ciptakan kesan luas dengan menghilangkan penyekat antarruang. Dua ruang berbeda fungsi bisa bertambah luas.


Senin, 10 November 2008 | 10:16 WIB

APARTEMEN sederhana memiliki kisaran luas bangunan antara 27m²-48m². Karenanya, apartemen membutuhkan tata ruang yang cermat, agar penghuni tetap merasa nyaman beraktivitas di dalamnya.

Banyak ide bisa diterapkan untuk menata interior apartemen. Ide ini biasanya lebih banyak bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan lahan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengolah desain furnitur. Pada hunian dengan lahan yang sempit, sebaiknya Anda menggunakan banyak furnitur multifungsi. Penggunaan cermin sebagai salah satu cara meluaskan ruang, juga dapat diaplikasikan.

Satu hal lagi yang bisa Anda lakukan untuk menyiasati ruangan yang sempit, hindari menggunakan penyekat ruangan. Keberadaan penyekat ruangan akan membuat ruangan, yang memang sudah sempit, terasa semakin sempit.

Banyak orang memasang penyekat sebagai pemisah antara ruang publik dengan ruang lainnya. Padahal kita tetap bisa kok memisah ruang, tanpa harus menggunakan penyekat (partisi). Caranya dengan membuat pembagian ruang yang lebih luwes (smooth).

Coba lihat foto di atas. Ruang keluarga, yang sekaligus berfungsi sebagai ruang tamu, dibiarkan menerus ke dapur. Keseluruhan ruangan memiliki ukuran kurang lebih 2,5mx4m. Dapur menempati lahan berukuran 2,5mx2,1m. Sisanya digunakan sebagai ruang keluarga.

Meskipun tanpa penyekat, sebenarnya tetap terdapat “pemisahan” antara ruang keluarga dan dapur. Penempatan meja bar (breakfast table) di antara ruang keluarga dan dapur, berfungsi pula sebagai penyekat. Kita tidak menyadari adanya pemisahan ruang, karena kita tidak mengasumsikan meja bar sebagai penyekat, melainkan sebagai meja makan.

Masih ada cara lainnya. Coba perhatikan lagi foto di atas. Ada yang berbeda dengan dinding ruangan. Pada ruang keluarga, terdapat cermin yang menutupi salah satu permukaan dindingnya. Namun tidak demikian halnya dengan di dapur.

Pemasangan cermin seperti di foto tersebut memiliki dua fungsi. Pertama, tentu saja untuk memberikan kesan luas pada ruangan. Kedua, menciptakan perbedaan antara dinding ruang keluarga dan dapur. Adanya perbedaan pada dinding, juga bisa menjadi kiat membagi ruang tanpa menggunakan penyekat. Selain menggunakan cermin, Anda juga bisa menciptakan perbedaan pada dinding dengan pengaplikasian warna yang berbeda.

Penulis: Anissa
Foto: Surai
Lokasi: Show unit Gading Nias Residence, Kelapa Gading, Jakarta Utara

Sumber: Kompas

Sudah 100.000 Ha Lahan Hutan Restorasi

Posted at November 20th, 2008 by admin

JAKARTA, SENIN – Selain pengetatan izin HPH (Hak Pengusahaan Hutan) serta melakukan penertiban terhadap masyarakat yang merusak ekosistem hutan, Departemen Kehutanan juga sedang mengembangkan konsep hutan restorasi untuk menjaga kelestarian hutan. Bekerja sama dengan sejumlah LSM, baik dalam maupun luar negeri, hutan restorasi akan dikembangkan di beberapa wilayah.

“Saat ini sudah ada dua hutan restorasi di Indonesia yakni di Musi Banyuasin dan Jambi yang berada di Sumastera Selatan dengan luas hutan masing-masing hutan 50.000 hektare. Di mana hutan restorasi itu bertujuan untuk pemulihan ekosistem hutan,” kata Listya Kusumawardani, Direktur Bina Pengembangan Hutan Alam Departemen Kehutanan, di sela seminar tentang hutan yang diselanggarakan oleh Forest Watch Indonesia di Hotel Cemara, Jakarta, Senin (27/10).

Menurut Listya, saat ini masih ada lagi 10 perusahaan yang menunggu kajian dan putusan dari Menteri Kehutanan untuk mengajukan pengelolaan hutan restorasi. Kesepuluh perusahaan itu didukung konsorsium LSM baik dalam dan luar negeri.

“Mereka ingin membuat hutan restorasi di wilayah Indonesia namun masih menunggu kajian dari menteri kehutanan serta rekomendasi dari Presiden,” katanya.

Untuk lahan yang dipakai dalam hutan restorasi diutamakan bekas hutan produksi yang sudah tidak produktif dan telah dikembalikan oleh pemilik HPH kepada pemerintah. Tapi, lanjut Listya, dimungkinkan juga pada hutan lindung maupun hutan konservasi.

Hutan restorasi merupakan hutan pemulihan ekosistem dengan pemanfaatan pengolahan non kayu. Pemegang hak usaha hutan restorasi dapat meraup keuntungan dari penjualan karbon kepada negara-negara maju yang berkomitmen menurunkan emisi sesuai Protokol Kyoto.

Melalui hutan restorasi pemerintah mempunyai keuntungan berlipat. Selain mendapatkan pembayaran HPH, ekosistem hutan tetap lestari dan dapat diamnfaatkan secara berkesinambungan untuk generasi masa depan.
C11 08

Sumber: Kompas