Suku Bunga Naik, Penjualan Properti di Solo Turun

Posted at November 20th, 2008 by admin

SOLO, KAMIS — Penjualan properti di wilayah eks Karesidenan Surakarta selama sebulan terakhir mengalami penurunan, menyusul naiknya suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR). Penurunan terutama terjadi untuk perumahan segmen menengah atau rumah-rumah yang berharga Rp 150 juta ke bawah, di luar perumahan bersubsidi

Untuk penjualan perumahan bersubsidi sejauh ini belum terlihat terkena dampak karena suku bunga KPR tidak mengalami kenaikan. Ini diungkapkan Ketua Real Estat Indonesia (REI) Surakarta Yulianto Kusumo, Kamis (6/11).

“Para pembeli yang penghasilannya Rp 7 juta ke bawah adalah yang paling terkena dampak. Mereka yang semula ingin membeli rumah dengan cara kredit, terpaksa menunda niatnya dengan adanya kenaikan bunga KPR,” kata Yulianto.

Sedangkan Wakil Ketua REI Jawa Tengah Adib Ajiputra mengatakan, segmen perumahan yang mengalami penurunan adalah yang berharga Rp 100 juta ke atas. Ia sepakat, untuk perumahan bersubsidi sejauh ini tetap stabil penyerapannya.

Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, menurut Yulianto, pengembang akan sangat merasakan dampaknya pada bulan Januari atau Februari mendatang. Rata-rata pengembang saat ini masih bisa bertahan. “Akan tetapi kalau ini berlanjut terus akan memengaruhi likuiditas pengembang. Kalau likuiditasnya besar, masih bisa bertahan. Kalau tidak, ya sebaliknya,” kata Yulianto.

Untuk itu, pihaknya berharap agar bank menetapkan suku bunga KPR tidak lebih dari 4 persen di atas BI rate. Suku bunga KPR komersial saat ini 15-18 persen sedangkan suku bunga KPR untuk perumahan bersubsidi 7,5 persen untuk dua tahun pertama dan 9,5 persen untuk tahun-tahun sisanya.

Sumber: Kompas

Leave a Reply