‘Tarif air bersih di DKI belum saatnya naik’

Posted at October 22nd, 2008 by admin

JAKARTA (bisnis.com): Tarif air bersih di DKI Jakarta dinilai belum saatnya naik kendati biaya produksi terus meningkat akibat kualitas air baku dari saluran Tarum Barat cenderung semakin buruk.

Dua operator air bersih di Ibu Kota PT Aetra Air Jakarta (Aetra) dan PT Pam Lyonaisse Jaya (Palyja) juga tidak dapat memanfaatkan kondisi air baku tersebut sebagai dalih untuk menunda pencapaian target peningkatan kualitas pelayanannya kepada konsumen.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Sayogo Hendrosubroto (F-PG) mengatakan kenaikan biaya produksi merupakan salah satu komponen dalam menetapkan besar kecilnya tarif air bersih.

“Namun tidak berarti operator dapat menggunakan dalih kenaikan biaya produksi untuk menaikkan tarif air, karena itu semua ada mekanismenya berdasarkan peraturan perundangan,” katanya di Jakarta hari ini.

Dia mengatakan sekarang ini bukan waktu yang tepat untuk menaikkan tarif air bersih, karena Aetra dan Palyja sedang melaksanakan upaya mencapai target kualitas pelayanan kepada pelanggan a.l. dengan menekan tingkat kebocorannya.

Kedua operator itu berusaha menekan tingkat kebocoran yang akhir tahun lalu Aetra mencapai sekitar 51% dan Palyja 46%. Dua mitra kerja Perusahaan Daerah Air Minum DKI itu mentargetkan akan menekan tingkat kebocoran menjadi 45% untuk Aetra dan Palyja 40% pada 2008.

Menurut Sayogo, pihak Aetra dan Palyja belum maksimal memenuhi kewajibannya sesuai kotrak untuk berinvestasi meningkatkan kualitas produk, cakupan jaringan air dan pelayanannya. (tw)

Sumber: Bisnis Indonesia

Leave a Reply