JAKARTA (bisnis.com): Industri asuransi jiwa membukukan premi bisnis baru semester I/2008 Rp18,7 triliun, tumbuh 57,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp11,9 triliun.
Total pendapatan premi mencapai Rp26,3 triliun atau tumbuh 44,2% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp18,3 triliun. Sedangkan pendapatan nonpremi tumbuh 71,6% menjadi Rp 377,7 miliar.
“Bagi kami pertumbuhan ini mengesankan dan diharapkan berkesinambungan hingga akhir tahun,” tutur Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Evelina F. Pietruschka dalam jumpa pers di Jakarta.
Evelina mengatakan pertumbuhan siginifikan ini tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi jiwa, serta inovasi dalam produk dan jalur distribusi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi jiwa.
Sementara itu, Ketua Bidang Keanggotaan & Humas AAJI Randy Lianggara menambahkan total aset pada triwulan II ini mencapai Rp 103,6 triliun atau meningkat 26,2% dibandingkan periode yang sama 2007 Rp 74,8 triliun.
Cadangan teknis Rp 84,3 triliun, atau meningkat 32,9% dibandingkan periode yang sama 2007 Rp63,5 triliun. Sementara itu total klaim pada periode sama tahun ini naik 55,9% menjadi Rp12,7 triliun. (tw)
Sumber: Bisnis Indonesia

