JAKARTA (Bisnis.com): Pengusaha properti senior Ciputra mengatakan pengembang harus lebih hati-hati menggarap proyek yang sedang dibangun maupun yang masih dalam perencanaan untuk mengurangi kerugian akibat krisis global.
Menurut pendiri Persaturan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) ini, pengembang sebaiknya menahan dahulu proyek pembangunan yang belum terjual sambil menunggu kondisi ekonomi stabil. “Kami juga akan evaluasi dulu. Prinsip dalam membangun, kan jual dulu, baru bangun. Kalau sudah terjual pasti kami bangun, kalau belum sebaiknya ditahan dulu,” katanya kepada Bisnis disela-sela peringatan ulang tahun PT Pembangunan Jaya yang ke-47, kemarin.
PT Pembangunan Jaya merupakan salah satu anak perusahaan di bawah bendera kelompuk usaha Ciputra. Dia mengatakan ada beberapa cara yang bisa dilakukan pengembang agar industri properti tetap berjalan di tengah krisis global dan kenaikan suku bunga itu. Pengembang harus rela membantu meringankan beban konsumen agar penjualan tetap berlangsung. “Salah satunya down payment [uang muka] dikurangi, agar beban konsumen tidak terlalu berat,” ujarnya.
Ciputra mengatakan untuk proyek yang tengah digarap di luar negeri seperti di Kamboja, Vietnam dan sampai saat ini belum terkena imbas. Menurut dia, pasar properti di Asia yang paling terkena imbas adalah di China. “Beruntung saya tidak mempunyai proyek di China,” ujarnya.
Kelompok usaha Ciputra saat ini tengah menggarap proyek superblok Ciputra World Jakarta di atas lahan 10 hektare senilai Rp7 triliun. Kelompok usaha ini juga sedang menggarap sejumlah proyek pusat pebelanjaan di Kamboja, Vietnam dan India.(yn)
Sumber: Bisnis Indonesia

