NEW YORK (Bloomberg): Chief Executive Officer AIG Robert Willumstad akan digantikan oleh CEO Retired Allstate Corp. Edward Liddy pasca pengambilalihan 79,9% saham AIG oleh pemerintah senilai US$85 miliar.
Penggantian puncak pimpinan di perusahaan asuransi terbesar dari sisi aset di AS itu setelah pemerintah memberikan pinjaman kepada American International Group Inc senilai US$85 miliar untuk menyelamatkan AIG. Sebagai gantinya AIG akan memberikan 79,9% sahamnya kepada pemerintah.
Pemerintah AS memberi jaminan untuk AIG setelah Federal Reserve menyatakan kerugian AIG akan memperburuk pasar finansial.
Pasca kesepakatan pemberian pinjaman tersebut, seorang yang familiar dengan rencana tersebut mengatakan Chief Executive Officer AIG Robert Willumstad, 63, akan diberhentikan dan digantikan dengan CEO Retired Allstate Corp. Edward Liddy, 62. Allstate merupakan perusahaan asuransi rumah dan kendaraan publik terbesar di AS.
Jangka waktu pinjaman selama dua tahun akan memberikan kesempatan bagi AIG untuk menjual aset demi melunasi utang tersebut, ungkap juru bicara AIG dalam pernyataan tertulisnya. Pemerintah AS juga melanjutkan pembayaran dividen bagi pemegang saham umum dan preffered AIG dimana harga sahamnya sendiri sudah anjlok 94% selama tahun ini.
Kesepakatan pemberian pinjaman pemerintah AS kepada AIG didukung oleh Menteri Keuangan AS karena untuk mencegah kepanikan di pasar finansial global. AIG akan merugi US$180 miliar, menurut data RBC Capital Markets.
“Keputusan pemerintah AS akan menenangkan pasar di negeri itu pasca bangkrutnya Lehman Brothers dan meruginya Merrill Lynch,” kata Michael Cuggino, president and CEO Pacific Heights Asset Management LLC, pengelola dana US$3,8 miliar.
AIG membukukan kerugian kuartal ketiga 2008 sebesar US$18,5 miliar disebabkan penjualan swap kreditnya gagal bayar, proteksi terhadap pinjaman investor juga anjlok seiring penurunan nilai premi. Perusahaan mengcover US$441 miliar investasi pendapatan tetap untuk bank dan unit lainnya, termasuk US$57,8 miliar surat berharga di subprime mortgage.
Perusahaan asuransi ini mulai memasuki zona ketidakpastian pasca penurunan rating kredit pada 15 September 2008 karena AIG memiliki US$13 miliar kolateral yang harus segera dibayar. AIG tidak mampu menambah dana dari penjualan saham setelah harga sahamnya anjlok hingga menjadi US$4 per saham, bandingkan dengan posisi Oktober 2007 sebesar US$70,11.
Federal Reserve tidak meminta AIG melikuidasi seluruh asetnya, namun AIG harus melunasi utangnya. Suku bunga yang dikenakan tiga bulan London interbank offered rate (LIBOR) plus 8,5% poin.
Penyelamatan pemerintah terhadap AIG ini juga berlangsung pada perusahaan pembiayaan perumahan terbesar AS, Fannie Mae dan Freddie Mac. Sebelumnya JPMorgan Chase & Co dan? Goldman Sachs Group Inc, yang tadinya berniat menyelamatkan aset AIG, batal membeli saham AIG.(yn)
Sumber: Bisnis Indonesia

