JAKARTA (Bisnis.com): Ciputra meminta lembaga pendidikan dan badan penelitian membuka diri terhadap pengusaha swasta agar hasil riset dapat diterapkan menjadi produk yang bermanfaat bagi kepentingan bangsa.
?
“Selama ini hasil riset dan penelitian hanya disimpan di dalam rak buku, tidak diaplikasikan karena penelitian yang dilakukan sulit dijadikan produk yang komersial,” katanya saat menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka penganugerahan gelar Perekayasa Utama Kehormatan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Ciputra juga menyarankan BPPT menjadi technopreneurship center atau pusat penelitian dan teknologi bagi dunia usaha.
Menurut pendiri dan Ketua Pertama DPP Realestat Indonesia (REI), untuk menempuh langkah tadi BPPT harus melakukan kolaborasi aktif dengan pihak swasta dalam mengkomersialisasi hasil penelitiannya.
Kemudian, lanjutnya, menerapkan kebijakan pemerintah yang akan mendukung terciptanya technopreneurship serta menjadi tempat ajang pertemuan dan komunikasi antarpengusaha, peneliti dan pemerintah.
Ciputra memperoleh gelar Perekayasa Utama Kehormatan karena dinilai telah berjasa besar dalam pengembangan rekayasa teknologi di bidang arsitektur dan properti yang bermanfaat bagi kepentingan orang lain serta masyarakat luas. Ciputra juga dinilai dapat dijadikan teladan bagi orang lain.(er)
Sumber: Bisnis Indonesia

