Produk anuitas dinilai kurang menarik

Posted at August 12th, 2008 by admin

JAKARTA (bisnis.com): Biro Perasuransian Bapepam-LK Depkeu mengakui penyelenggara produk anuitas belum mampu memberikan produk yang menarik bagi peserta, terutama dalam kondisi inflasi yang tinggi.

“Apalagi dengan perkembangan sekarang perusahaan asuransi menghindari guarantee interesting untuk jangka panjang. Kalaupun mereka beri jaminan jangka panjang biasanya hanya 6%-7%,” ujar Kabiro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata di Jakarta.

Menurut dia, minimnya manfaat yang diterima peserta akhirnya membuat produk tersebut terlihat kurang menarik. “Tapi saya yakin ada cara untuk mengatasi itu sepanjang kita mau bersikap fleksibel dengan pemahaman kita mengenai annuitas.”

Dia mencontohkan salah satu solusi yang bisa dipikirkan agar produk itu lebih diminati adalah perusahaan asuransi tetap memberikan garansi walaupun rendah, namun ditambah manfaat dari variabel yang tidak digaransi.
Dana tersebut dikelola perusahaan secara terpisah dan setiap bulannya ditambahkan kepada peserta dengan besaran yang tidak digaransi tergantung dengan hasil investasinya. Namun, hal tersebut masih terkendala oleh sikap fleksibilitas mengenai pemahaman anuitas itu sendiri.

Sementara itu, Kabiro Dana Pensiun Bapepam-LK Mulabasa Hutabarat mengatakan saat ini pihaknya sedang mengusulkan perubahan ketentuan yang mengatur dana pensiun dengan program pensiun iuran pasti.

Saat ini, peraturan tersebut mengatur setiap manfaat pensiun harus dibelikan anuitas yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi jiwa. Nantinya perusahaan asuransi tersebut yang akan membayarkan iurannya setiap bulannya.(tw)

Sumber: Bisnis Indonesia

Leave a Reply