Anak lelaki saya (12 tahun), senang bermain di tempat tidurnya, baik saat sendiri maupun bersama temannya. Ia juga selalu meletakkan barang-barangnya di tempat tidur, hingga kamar terlihat berantakan. Desain kamar seperti apa yang cocok untuk anak saya?
Renita, Bekasi
Kalimat tadi diambil dari surat pembaca yang mampir di meja redaksi. Beberapa surat senada juga menanyakan cara mendesain kamar anak laki-laki agar tak terlihat semerawut dan terlihat bergaya.
Memang, kamar anak lelaki identik dengan kesemerawutan. Penyebabnya tak lain karena anak suka meletakkan barang-barang—seperti baju, tas, peralatan olahraga, dan buku-buku komik—begitu saja di kasur. Apalagi saat si anak sudah nemplok di tempat tidur, ia biasanya enggan beranjak jauh dari sana. Maunya, segala-galanya bisa dijangkau dari tempat tidur.
Kenapa anak lelaki sering malas beranjak dari tempat tidur? Micheal Churian dalam buku The Wonder Boys menceritakan, saat anak laki-laki memasuki masa pubertas (remaja) pengaruh hormon testosteron pada tubuh dan otaknya bertambah berkali-kali lipat. Hormon tersebut menyebabkan anak mudah merasa malas karena mood-nya cepat memburuk, mudah tertidur dan juga menyebabkan anak ingin sesuatu yang serba cepat dan praktis. Meletakkan buku dan benda-benda di dekatnya dalam pemikirannya adalah sesuatu yang praktis, karena benda-benda itu toh nantinya akan dipakai lagi.
Berpusat di Satu Area
Untuk mengatasi masalah seperti itu, B. J. Susilo (desainer interior) mendesain kamar anak yang berorientasi ke tempat tidur. Prinsip yang digunakan adalah segalanya mesti bisa dijangkau dari tempat tidur.
Untuk itu, dia membuat sebuah “dak” di sebelah tempat tidur, yang menyatu dengan rangka tempat tidur. Dak dari kayu damar ini tujuannya untuk memperluas area di tempat tidur. Secara otomatis, area bermain sang anak pun bisa diperluas, yang tadinya sebatas tempat tidur bisa bertambah hampir 2 kali lipat. Di dak ini, si anak bisa membaca komik, bermain gitar, atau mendengarkan musik sambil ngemil.
Walaupun tidak ditujukan untuk menyimpan barang, dak ini bisa berfungsi sebagai tempat meletakkan barang-barang, ketika anak malas mengembalikan barang-barangnya. “Paling tidak, barang-barangnya tampak lebih rapi ketimbang berceceran di atas kasur,” tukas Susilo.
Di kepala tempat tidur dibuat sebuah ceruk yang berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan komik, peralatan olahraga, dan benda-benda besar lain yang bisa membuat tempat tidur terlihat berantakan. Tempat penyimpanan ini dibuat di kepala tempat tidur untuk memudahkan anak mengambil dan meletakkan barang. Bagusnya lagi, cara semacam ini bisa menghemat tempat. (rma)
Sumber: Tabloid Rumah

