Bursa Pekan Ini

Posted at July 7th, 2008 by admin

Senin, 7 Juli 2008 | 06:04 WIB

JAKARTA,SENIN – Harga minyak mentah dunia yang nongkrong di kisaran rekor tertingginya, pada 144 dollar AS per barrel, nampaknya masih menjadi pemberat bagi melajunya pergerakan saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini. Meski ada peluang untuk rebound, dengan membeli saham-saham yang sudah murah.

Pekan lalu, harga emas hitam yang mondar-mandir memecahkan rekor dan bahkan sempat menembus 146 dollar AS per barrel serta ekspetasi suramnya ekonomi Amerika Serikat, merontokkan saham-saham global termasuk BEI. Bahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (3/7), sempat terperosok hingga 91,863 poin ke posisi 2.286,611, terburuk di antara indeks bursa regional yang juga terkoreksi tajam. Untunglah pada Jumat (4/7), IHSG berhasil rebound mengikuti beberapa bursa regional dengan kembali ke atas level psikologis 2.300. Berbeda dengan indeks Nikkei-225 Jepang, yang terpuruk untuk keduabelas hari perdagangan berturut-turut.

Menurut analis Bumiputera Capital, Ridwan Novayanto, seperti dikutip Kontan, pelemahan indeks pekan lalu lebih dipengaruhi oleh jatuhnya harga batu bara di Eropa hingga 13 persen menjadi 190 dollar AS per ton, yang merupakan koreksi terbesar sejak tahun 2005. Karena saham-saham sektor komoditas menjadi penopang BEI, otomatis indeks ikut tergerus. Ridwan optimistis, indeks bakal kembali menguat, karena koreksi harga komoditas hanya sementara. “Kalau harga komoditas kembali menguat, indeks pun kembali merangkak naik,” sebutnya.

Secara keseluruhan pekan lalu, IHSG turun 0,75 persen ke posisi 2.314,751. Sedangkan Indeks 100 saham pilihan Kompas (Kompas100) melemah 0,95 persen menjadi 570,508. Serta indeks 45 saham terlikuid (LQ45) melorot 1,03 persen pada 487,069.

Sementara bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, yang pekan lalu juga tertatih-tatih, pekan ini berharap pada laporan keuangan kuartal kedua beberapa perusahaan seperti Alcoa Inc dan GE yang merupakan anggota Dow Jones Industrial. Selain itu pasar juga menanti pidato Ketua bank sentral AS, Federal Reserve, Ben Bernanke hari Selasa dan Kamis. Namun minyak masih tetap menjadi perhatian utama. Minyak juga menjadi faktor terbesar bagi pertumbuhan dan pendapatan perusahaan.

Sementara terdapat perkiraan, bahwa harga emas hitam tersebut bisa menembus menembus 150 dollar AS per barrel sebagai akibat kombinasi melemahnya dollar AS, turunnya cadangan minyak mentah AS serta ketegangan Israel dengan Iran yang merupakan salah satu penghasil minyak terbesar dunia. “Harga minyak mentah merupakan hal utama dalam adalah setiap orang,” sebut Dan Peirce, manager portfolio State Street Global Advisors Boston seperti dikutip Reuters.

Pada pekan lalu, secara keseluruhan Dow Jones turun 0,51 persen, S&P 500 melemah 1,21 persen sedangkan Nasdaq merosot sampai 3,03 persen.

EDJ

Sumber: Kompas

Leave a Reply