Pertumbuhan Properti Indonesia Masih Tinggi

Posted at June 23rd, 2008 by admin

Kamis, 19 Juni 2008 | 14:13 WIB

Pasar properti di dalam negeri masih tetap tumbuh, karena minat beli konsumen terhadap produk properti masih tinggi terutama di kalangan menengah ke atas, meski ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Tingginya minat beli konsumen itu membuat para pengembang nasional maupun asing membuat produk properti baru dengan lokasi yang menarik dan aman,” kata Manager Residences Hotel Indonesia Kempinski, Nyoman Punia, kepada pers di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, industri properti nasional akan semakin cerah pada tahun-tahun mendatang, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia terus tumbuh dengan baik. Apalagi melihat nilai tukar rupiah yang cenderung makin membaik menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia cukup bagus, meski tingkat suku bunga bank cenderung menguat akibat laju inflasi 2008 yang tinggi, katanya.

Kecenderungan naiknya suku bunga bank, lanjut dia, setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) dari 8,25 persen menjadi 8,50 persen yang juga diikuti kenaikan suku bunga oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mendorong perbankan juga menyesuaikan tingkat bunganya. Namun, kenaikan suku bunga bank hanya menekan penjualan produk properti hanya sesaat saja, setelah itu minat beli konsumen kembali normal, katanya. Apalagi kurs rupiah terhadap dolar AS saat ini berkisar antara Rp9.280 per dolar AS untuk beli dan Rp9.290 per dolar AS jual yang menunjukkan mata uang Indonesia cukup stabil, tambahnya.

Ia mengatakan, Indonesia dinilai merupakan pasar yang masih potensial untuk digarap lebih baik, karena itu Kempinski hotel yang merupakan hotel tertua di Eropa, di Jerman telah membangun 260 unit properti mewah di kawasan kota Jakarta yang dikenal Kempinski Private Residences.

Kempinski Private Residences merupakan properti mewah dengan harga jual antara 400.000 dolar AS sampai 1 juta dolar AS, katanya. Nyoman Punia mengatakan, perusahaan telah berhasil menjual 140 unit Private Residences kepada masyarakat Indonesia maupun asing dan sisanya sekitar 60 unit akan dikelola Kempinski dan 60 unit lagi akan dijual pada September tahun ini.

“Kami memperkirakan 60 unit properti yang akan dijual akan habis sampai akhir tahun ini,” ujarnya. Manager Umum Hotel Indonesia, Gerhard E. Mitrovits mengatakan, Kempinski telah memiliki Jakarta sebagai lokasi pertama Kempinski Private Residences di wilayah Asia Tenggara dengan letak yang strategis dan mudah dicapai.

Karena Jakarta sebagai kota internasional yang kompetitif memiliki standar tertinggi, serta gaya hidup yang modern untuk bisa tinggal dalam waktu panjang, katanya. Direktur Hubungan Masyarakat Hotel Indonesia, Hanny Wahyuni, dalam kesempatan ini mengatakan, apartemen ini didesain sesuai gaya hidup dinamis dan modern kota metropolis Jakarta. Para pemilik unit Kempinski Private Residences akan menikmati gaya hidup mewah, karena perusahaan akan mengurus segala layanan yang dibutuhkannya, katanya.

BMA
Sumber : Antara

Leave a Reply